Cudi Minta Percepat Pembangunan, Bupati Delis Sebut 71 Persen Terwujud, Akui Listrik Belum Tuntas

0
250

KOLONODALE- Gubernur Sulawesi Tengah Rusdi Mastura (Cudi) meminta kepada Pemerintah Kabupaten Morowali Utara untuk mempercepat pembangunan di Daerah setempat, hal tersebut disampaikannya saat menjadi irup dalam upacara Hari Ulang Tahun (HUT) ke-9 Kabupaten Morowali Utara di Kolonodale, Senin (24/10/2022).

Cudi mengatakan percepatan pembangunan suatu Daerah dapat dengan mudah terwujud apabila didukung oleh sinigisitas antara pemangku kepentingan dan setiap insan yang berperan dalam Pemerintahan di Daerah tersebut.

“Selamat Ulang Tahun Kabupaten Morowali Utara ke 9 dengan harapan semoga semua unsur penyelenggara Pemerintah tetap solid dan sinergis memberikan kontribusi yang besar bagi Daerah,” ujarnya.

Melalui peringatan hari jadi Kabupaten Morowali Utara ini diharapkan Pemerintah dapat meningkatkan sinergitas dan berkolaborasi untuk mewujudkan percepatan pembangunan Daerah yang terbingkai dengan semangat kearifan dan slogan suku mori Tepo Asa Aroa yang berarti menyatukan hati.

“Olehnya dengan bersatu hati mengajak kita semua ayo percepat program pembangunan yang eskalatif dan kontruktif demi terwujudnya visi dan misi Kabupaten Morowali Utara menjadi masyarakat yang sehat, cerdas dan sejahtera,” tuturnya.

Dalam pengamatan Gubernur ada beberapa tantangan pembangunan yang dihadapi oleh Pemerintah Kabupaten Morowali Utara, antara lain berkutat pada tantangan bagaimana menciptakan pertumbuhan ekonomi dalam menanggulangi kemiskinan, membuka lapangan kerja, kemudian mewujudkn tata kelola Pemerintahan dan pelayanan yang baik serta bagaimana meningkatkan sarana prasarana untuk menunjang pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat.

“Sehingga HUT yang ke 9 ini dapat dijadikan momentum strategis untuk mengevaluasi fakta-fakta (persoalan) internal berupa kekuatan mencerna dan meneropong peluang dan ancaman yang bisa saja muncul dimasa depan, untuk itu harus dilakukan perencanaan strategis agar penyelenggaraan roda Pemerintahan, pembangunan dan pelayanan publik bisa berjalan akuntabel, efektif, efisien dan bersih,” ujarnya.

Bupati Morowali Utara Delis Julkarson Hehi saat audiensi dengan wartawan usai kegiatan upacara menyatakan selama setahun lebih menjadi Kepala Daerah di Kabupaten Morowali Utara sedikitnya sudah 71 persen program visi dan misinya dengan Wakil Bupati Djira K sudah terwujudkan, tahun 2023 nanti Bupati Delis berkomitmen akan menuntuskan janjinya lebih dari 90 persen.

“Ada empat belas program visi dan misi kami saat kampanye, sampai dengan saat ini dari empat belas tersebut, sepuluh program sudah terwujudkan. Dari sekian program itu, listrik yang belum tuntas dan kami terus berupaya untuk menuntaskannya, termasuk janji kenaikan gaji honor belum terwujud, tahun depan akan kami naikan (gaji honor),” sebutnya.

Program lain yang sudah terwujud diantaranya pembangunan infrastruktur jalan, tahun ini Pemerintah Kabupaten mengalokasikan anggaran sebesar Rp200 Miliar untuk memuluskan akses jalan masyarakat, tiga kali lipat lebih besar dari alokasi anggaran tahun-tahun sebelumnya yang hanya Rp70 miliar dalam postur Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD).

“Penataan jalan dalam Kota Kolonodale saat ini, tahap desain. Kita tidak mau membangun dengan pikiran sesaat, tetapi dipikirkan dengan matang. Kami melibatkan ahli dua perguruan tinggi untuk merancang pembangunan di dalam Kota Kolonodale, sampai dengan bulan Desember desain itu dikerjakan dalam tiga dimensi, sehingga pembangunan nantinya lebih terarah” jelasnya.

Selanjutnya program yang belum berjalan diantaranya internet disekolah, kemudian bantaun untuk bidan dan tenaga PPL. “Prestasi apa yang sudah kita capai, kinerja aparatur kesehatan naik satu tingkat menjadi C, reformasi birokrasi kita juga sudah naik satu tingkat dan kemudian pemberian beasiswa bagi mahasiswa di perguruan tinggi” katanya.

Artinya kinerja Pemerintah Kabupaten di lima misi, sektor Kesehatan, Pendidikan, Infrastruktur, Penataan Wilayah dan Kesejahteraan Masyarakat berupa bantuan Rp300 juta untuk Desa telah berjalan sesuai harapan. “Ada progresnya lambat, ada progresnya cepat. Tetapi semua berproges dan sedang berproses, kemudian program reformasi birokrasi ini juga jalan, data kita sesuai penilaian Menpan RB naik satu tingkat. Artinya dalam data statistik lima misi kita ini sudah berjalan,” ungkapnya.

Berkaitan dengan janji pemenuhan kebutuhan listrik yang cukup, hal tersebut kata Bupati sudah dicapai Pemerintah Kabupaten Morowali Utara, dimana daya kebutuhan listrik di sebagai besar Kabupaten Morowali Utara hanya 9 Megawatt saat pemakaian puncak, sementara pasokan listrik yang tersedia lebih dari 14 Megawatt.

“Janji listrik yang cukup sesuai visi dan misi itu sudah terwujud, tapi anggaplah janji listrik yang cukup itu belum terwujud karena masih sering mati lampu. Tetapi kami berupaya persoalan ini segera teratasi. Kami telah memanggil pihak PLN untuk memaparkan problem yang mereka hadapi, katanya gangguan jaringan. Kami masih menunggu data pasti dimana saja gangguan jaringan itu terjadi, lebih spesifiknya per Desa, by name by address. Besok datanya mereka serahkan,” tuturnya.

Menurutnya apabila gangguan jaringan listrik itu masih berada di wilayah Kabupaten Morowali Utara, maka Pemerintah Kabupaten akan menuntaskannya dengan masyarakat. Seperti keberadaan tanaman pohon di pekarangan rumah warga yang mengganggu kabel listrik.

“Kita akan temui yang punya tanaman itu agar dipangkas termasuk perusahaan pemilik kebun karet. Persoalannya juga kabel listrik kita ini masih kabel telanjang, apalagi tersentuh ranting pohon dan lain sebagainya maka terjadi gangguan menyeluruh. Persoalan inilah yang akan kami tuntaskan,” tukasnya. VAN

LEAVE A REPLY